Chapter 38

1665 Words

Arkan melangkah dengan riangnya menuju kamar Arlan. Sesekali Ia memainkan kunci mobilnya. Arkan sudah tidak sabar ingin menceritakan perihal kemajuan hubungannya dengan Zee. "Dek—" Arkan buru-buru membekap mulutnya begitu melihat pemandangan di depannya. Arkan melihat kembarannya tidur dengan begitu pulas dalam dekapan sang bunda. Sebuah senyum mengembang. Arkan sangat bahagia melihat hal itu. Ia bahkan rela jika seandainya seluruh perhatian keluarganya tercurah kepada Arlan karena Arlan memang berhak atas itu. Arkan mengurungkan niatnya untuk bercerita. Laki-laki itu membiarkan Arlan tetap beristirahat. Belum sempat Arkan benar-benar menutup pintu, tiba-tiba ... "Aa ...." Suara parau itu terdengar membuat Arkan kembali pada posisinya semula. "Adek, kok bangun?" Inka yang merasa terusik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD