BAB 20

1008 Words
Sudah hampir satu jam lamanya Elsie dan Jett mengobrol dan saling menumpahkan isi hati. Mereka terlena akan pesona masing-masing, seolah sudah pasrah akan hati mereka. Tak lama berselang, Jett merasakan ada yang tidak beres dengan sekitar mereka. Di balik pepohonan cemara yang tumbuh rimbun di sekitar sungai ini, ada sesuatu yang mengancam. Jett tidak bisa mendengar suara sedikitpun, tapi dia bisa merasakan adanya aura membunuh terpancar. Aura ini sangat jelas dan mematikan. Saking pekatnya aura tersebut, sampai-sampai Jett menjadi tegang. Dia tahu harus serius kali ini dan tidak akan membiarkan apapun terjadi pada Elsie. “Ada apa?” tanya Elsie melihat Jett yang mendadak menengok ke berbagai arah. Padahal barusan mereka bermesraan, tapi lagi-lagi Jett menunjukkan ekspresi tegang seperti ingin mencari seseorang yang mengintai mereka. “Ada sesuatu yang mengincar kita.” Jett sudah tidak mau menyembunyikan apapun dari Elsie. Entah dia akan percaya atau tidak, tapi setidaknya dia sudah memberitahu apa yang sebenarnya terjadi di kota kecil ini dan segala macam teror yang melandanya. “Apa maksudmu? Siapa yang kau maksud?” Elsie menengok sekeliling. Tidak terlihat adanya bahaya. Dia memang tidak mungkin merasakan aura membunuh tersebut. Telinganya juga tidak mungkin setajam milik Jett. Alhasil, dia tidak bisa merasakan apapun. Jett perlahan berdiri sembari menahan bahu Elsie agar tidak mengikutinya. “Tidak, tidak, kau diam dahulu, Elsie, aku harus memeriksa keadaan.” “kau selalu memeriksa keadaan.” “Iya, kalau boleh jujur, sebenarnya kita memang diintai oleh kawanan makhluk kejam yang meneror kota ini. Aku bisa merasakan aura membunuh mereka, ini sangat memuakkan, tetapi mau bagaimana lagi, mereka memang sudah tergila-gila dengan jantung wanita.” Elsie ngeri mendengar perkataan Jett yang menurutnya aneh sekaligus seram. Untuk beberapa detik pertama, dia terdiam karena bingung, namun setelah itu, dia terbelalak. “Apa maksudmu mengatakan itu semua?” “Begini, sebenarnya ... Eh, aku pernah bertanya tentang makhluk bukan manusia yang kau percayai bukan?” “Maksudmu? Maksudnya itu seperti Vampire waktu itu? Memangnya kenapa ... Jangan bilang ...” “Begini, Elsie, percaya atau tidak, sebenarnya ada hal-hal yang di luar nalar manusia terjadi di dunia ini, termasuk manusia serigala. Mereka sungguh ada, dan hidup di antara kita. Mereka yang meneror kota kecil ini adalah kelompok serigala liar yang menyukai jantung manusia, jangan tanya untuk apa jantung itu, kau sudah bisa menebaknya. Percaya atau tidak itu urusanmu, tetapi percayalah padaku, itu memang sungguh terjadi. Ada kelompok ini, dan itulah mengapa mereka sulit sekali ditangkap karena memang sulit mengetahui dimana mereka bersembunyi. Belum lagi, ketika berkelompok, suatu kaum serigala itu menjadi kuat.” Elsie meneguk ludah. Dia jelas tidak mau mempercayai hal semacam ini. Namun, dalam hati, dia juga sedikit mempercayainya. Dia memandangi raut wajah Jett yang terlihat serius. Tidak mungkin pemuda ini mengarang hal semacam ini hanya untuk lelucon. “Kau tidak bercanda?” Ia memastikan. Jett menggeleng. “Aku tidak bercanda.” Dia mendadak tegang, lalu berkata lagi, “Elsie, kau bangunlah, dan bersembunyi di balik punggungku, aku akan menghalau apapun yang muncul ,kau sembunyi saat aku memerintahkannya.” Elsie lantas berdiri, dan tak lama kemudian terdengar suara berisik dari semak belukar tak jauh di depan mereka. Seketika itu pula, Elsie gemetaran. “jett,” dia takut. “tak masalah.” Jett berbisik. Dia berdiri tegak dengan posisi yang melindungi. Dia siap untuk mengorbankan nyawa hanya untuk Elsie. Tetapi, dia tidak perlu sampai melakukan itu karena dia percaya pada kemampuannya. Dia cukup kuat, sekalipun melawan dua manusia serigala. Iya, dua manusia serigala, pria berusia tiga puluh tahunan tampak keluar dari semak-semak itu dengan kondisi mulut yang sudah dipenuhi gigi runcing mengerikan. Elsie membeku di belakang punggung Jett. Dia mencengkeram erat pakaian yang dikenakan oleh pria itu. “Jett.” “Sekarang sembunyilah di semak belakang. Jangan takut, aku akan melawan mereka,” kata Jett melirik ke arah semak belakang mereka. "Tapi ..." "Sudahlah, Elsie, kali ini tolong lakukan saja seperti yang kuinginkan. ini serius. kau jangan khawatirkan aku." Elsie langsung berlari ke arah semak tersebut. Dia tidak ada keinginan untuk melawan. Semua yang dikatakan oleh Jett saat ini sangat penting dan harus dituruti. Kini, waktunya Jett menunjukkan kemampuannya dalam melawan mereka. Elsie tidak bisa menyembunyikan ketakutannya saat bersembunyi di balik semak-semak. Dia tidak menyangka akan melihat apa yang disebut makhluk mitologi yang seharusnya tidak ada. Mereka adalah dua manusia serigala yang memiliki naluri membunuh tinggi. Keduanya sama-sama sudah berbau darah manusia sehingga tidak bisa menghentikan keinginan mereka untuk memangsa manusia. Mereka sudah sangat tertarik dengan aroma dari darah Elsie. Maka dari itu, sudah beberapa hari, mereka mengintai rumah itu, dan hendak menikmatinya. Mereka menyeringai pada Elsie yang sedang bersembunyi. Namun, keduanya sadar kalau takkan bisa menyentuhnya sebelum membereskan orang yang sedang bersama mereka itu. Jett Mingan. Keduanya tidak perlu saling mengenalkan diri karena sudah sangat mengenal pemuda serigala yang paling berbahaya itu. “Jett Mingan.” Seorang yang paling tingi mulai memanggil nama Jett. Dia terlihat amat garang saat berjalan maju. “Aku tidak tahu kenapa seorang serigala sepertimu mau berdiam diri berhari-hari di rumah ini, tapi kurasa aku mulai mengetahui alasannya.” Baik pria itu maupun kawannya kembali menengok ke arah semak-semak. Mereka sudah sadar juga kalau Jett melindungi Elsie karena alasan yang istimewa. Mendengar semua itu, Elsie sedikit kaget. Dia tidak tahu kalau ternyata Jett juga seorang manusia serigala. Tetapi, Elsie juga tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. baginya ini malah melegakan karena akhirnya dia bisa mengetahui kenapa bersama Jett selalu membuatnya merasa aman. Iya, hal itu karena Jett adalah orang yang sangat kuat. Elsie bisa melihat pria itu sedang berusaha melakukan intimidasi pada lawan. di balik semak-semak, mata Elsie terus memandangi Jett dengan perasaan yang tidak karuhan. Dia sulit bernapas lega, segala syaraf dalam tubuhnya seperti gemetar karena takut sekaligus khawatir. Dalam hati, dia terus berdoa semoga Jett tidak terkena masalah dengan apa yang terjadi sekarang. Dia percaya kalau pria itu akan berhasil melawan musuh. walaupun tetap saja, dia tetap akan terus khawatir dengan semua ini. Jett terlihat masih bersiap-siap untuk melawan musuh yang datang tiba-tiba ini. dia benci sekali harus menunjukkan jati diri kepada Elsie secara seperti ini. Padahal dia ingi memberitahunya sendiri. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD