173. Pengakuan Freyaa

1291 Words

Freyaa menggoyangkan pundak Luciano, dirinya didudukkan pada atas meja depan Didinya tersebut, "Didi ...Didi marah?" Freyaa bertanya takut-takut, airmata tergenang dan siap membanjir pipi montoknya. "Kau mau mandi atau sarapan dulu?" Luciano bertanya lembut, menghapus airmata yang belum jatuh dari netra putrinya. Mendengar pengakuan Freyaa yang menyuntikkan darah serigala ke jantung Zeze sewaktu putri tertuanya itu tidak berdaya di atas tanah setelah dihantam prajurit saat malam tragedi, Luciano tercenung dan terkejut selama beberapa saat. Luciano tak menyangka jika putri kecilnya bisa mengambil darah blacky-serigala hitam dengan jarum suntik. Tapi, apa yang tak bisa dilakukan oleh Freyaa? Blacky, Sim-sim dan binatang jenis apapun bisa patuh menurut tunduk pada Freyaa. "Aku tidak m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD