101. The Queen

1022 Words

Zeze melingkarkan lengannya ke punggung Veronica, tanpa sadar bahu gadis muda itu bergetar. Zeze terbiasa mandiri sejak kecil, sama sekali tidak cengeng. Tetapi, di pelukan Veronica, Zeze menumpahkan airmatanya. Setelah cukup lama berpelukan, Veronica menyentuh lembut dagu Zeze agar mata mereka saling mengunci dalam tatapan, "Aku mengenal beberapa racun dan penetralisirnya. Kita harus tinggalkan tempat ini secepatnya agar racun itu tidak semakin menyebar mengendalikan kewarasanmu." Zeze menganggukkan kepala, "Kau ingin kita pergi ke London?" tanyanya seraya memainkan kelopak mata juga anggukan agar Veronica menjawab 'Ya'. "London? Ku pikir itu bagus. Aku suka London." Zeze tersenyum manis menanggapi, "Aku sudah mendapatkan tiket untuk kita bertiga pergi ke London esok siang." Beb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD