166.

1446 Words

"Young Lady, kita tak bisa menunda, Pamanmu darurat." Zetha mendesah lirih memandang Zeze yang menatapnya dingin. Zetha benar-benar tak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali, hanya berdiri tegak, memandang pilu ke arah Luca, Zeze dan Felix. Zeze bukan hanya melakukan totokan pada pangkal lengan Zetha, tetapi juga pundak dan punggung wanita yang ia pikir bukan Mummanya tersebut. "Kau bukan Zetha, Mummaku!" Zeze mencengkeram kuat dagu Zetha, sedangkan Luca berteriak pada siapapun untuk memanggil Simon datang. "Simon ada di ruangan bawah tanah ..." Zetha memaksakan dirinya berkata meskipun dagunya dijepit kuat jemari Zeze dan bibir seksinya menjadi terbuka sedikit perih. Beberapa orang berlari, mendorong tong berisi asinan dan menarik besi pengait pada pintu kokoh penutup ruang bawah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD