144. Perlu Bicara

1500 Words

Usai pengambilan darah Freyaa, Luciano masuk ke dalam ruangan. "Sakit?" tanya Luciano saat Zetha menempelkan hansaplas khusus pada siku bagian dalam tangan Freyaa, bekas tempat ia mengambil darah putrinya. Freyaa menggelengkan kepala, "Mumma pakai jarum kecil, tidak sakit." sahutnya ceria. Luciano menoleh sekejap pada jarum yang Zetha gunakan, lalu mengusap puncak kepala Freyaa, mendekapnya erat ke dad4. "Terima kasih, My Love!" Luciano meraih pinggang Zetha di sebelahnya, mendaratkan kecupan ke pipi juga sudut mata yang sangat Luciano tahu jika istrinya ingin melepaskan bendungan airmatanya. Gegas Luciano menggendong Freyaa, "Veronica membuatkan camilan. Sepertinya sudah matang, mari kita ke pantry." Freyaa sangat menyukai memakan camilan dan makanan lezat dan ia juga salah satu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD