Jarum jam hampir menyentuh angka sepuluh, ketika Max yang mereka tunggu akhirnya tiba di Mirror. Seperti rencana awal, malam itu mereka akan menyambangi Alexa. Jingga tadinya tidak ingin ikut serta. Mengingat dia pemegang Mirror, tidak ingin nantinya disangkutpautkan dengan persaingan antar klub. Tapi, sepertinya dia berubah pikiran. Menghadapi orang sepicik mereka tidak perlu basa-basi. Toh, Baskara adalah orang paling pecundang yang tidak mengenal malu. Mereka masih duduk di ruang kerja Jingga di lantai tiga. Percayalah, rasanya sedingin di kutub ketika Jingga, Liam, dan Max yang sama-sama kulkas tidak banyak omong itu berada di satu ruangan. Sementara Ezra yang mereka tunggu untuk mematangkan rencana sebelum berangkat, malah masih sibuk video call menidurkan istrinya. Jingga gedek. O

