13

1081 Words

Gadis bernama Tama sedari tadi hanya bisa diam seribu bahasa (?). Ia masih kesal saat di rumah neneknya. Dan betapa malunya dia di depan neneknya sendiri.   Lirikan mata dari seorang cowok sebelahnya hanya bisa tersenyum geli melihat gadis sebelahnya hanya bisa menunduk.   "Tama," panggilan Tristan bagi Tama saat ini terdengar seperti ejekan. "Kenapa nunduk?"   "Tau ah!"   Menghela napas, Tristan menggeleng kepala sembari tersenyum geli. Selepas dari rumah neneknya, Tama hanya bisa menunduk tanpa mau mengangkat wajahnya ataupun menatap Tristan.   Sesampainya di depan rumah neneknya Tama, gadis itu langsung keluar tanpa membawa tas sekolahnya. Tristan menyusul. Juga tanpa membawa tas sekolahnya.   Di ruang tamu, Tama terheran melihat tamu yang cukup ramai. Beberapa dari tamu ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD