Suasana di puncak tebing terasa beku seketika. Hanya suara angin yang menyapu dedaunan dan aliran sungai samar dari bawah yang memecah keheningan mencekam itu. Mayor Rezky menurunkan perlahan laras senjatanya, namun tangannya masih kaku menahan keterkejutan melihat kedatangan Kolonel Dipa sosok yang menjadi atasannya sekaligus orang yang paling dihormati di antara jajaran perwira markas pusat. Namun yang membuatnya gemetar bukanlah pangkat Kolonel itu, melainkan sosok yang berdiri tenang di belakangnya: Jenderal Aditya, orang yang selama ini dianggap telah pensiun dan menghilang dari lingkungan militer lima tahun silam. Kolonel Dipa melangkah maju dua langkah, matanya menatap tajam ke arah Mayor Rezky seolah sedang menilai seorang prajurit yang melanggar aturan paling dasar. “Siapa yang

