"Emily?" Suara itu samar-samar terdengar. Seseorang sedang memanggil namanya berulang kali. "Emily? Bangunlah. Kita sudah sampai." Emily membuka matanya pelan. Melihat wajah Ernest yang terlalu dekat namun ia menatapnya sayu. "Aku sangat mengantuk, Sir. Aku...biarkan aku tidur di sini." Ia kembali memejamkan mata lalu tertidur lagi. Melihat nafas Emily yang berubah ritmenya, Ernest menggeleng. Ia terpaksa mengeluarkan Emily lalu menggendongnya keluar. “Perlu kubantu,Sir?” tawar Brad, melihat Ernest menggendongnya ala Bridal style. Kepala Ernest menggeleng. “Tidak perlu, Brad. Dia memang sedikit berat dari sebelumnya. Tapi aku tak bisa membiarkan dia tidur di dalam mobil. Karena dia tanggung jawabku.” sahutnya lalu melangkah masuk ke lobi. Ia melirik Brad yang mengikuti di belakang.

