KEPANIKAN TANIA

1070 Words

Setelah kepergian pria bertopi yang mendapat perintah darinya untuk mencelakai Tania, Jessica masih setia duduk sendiri di kafe. Tak lama kemudian seorang pria tampan dengan perawakan tinggi besar dan kulit putih bersih duduk di samping Jessica. “Maaf, membuatmu harus lama menunggu,” ucap pria yang beru datang teresebut. “Tidak apa, dok. Saya, mengerti pasti dokter sibuk di rumah sakit.” Jawab Jessica. “Tidak usah formal, Jess. Panggil saja namaku, langsung. Tanpa embel-embel dok. Sekarang katakana kepadaku, apa yang dapat ku bantu untuk menolong adik dari almarhum sahabat baikku.” Jessica menatap ke arah Tom, Aku memerlukan pertolonganmu. Kau tahu, Aku sedang mengandung, bukan. Dan Aku tidak mengetahui dengan pasti anak siapakah yang sedang kukandung saat ini. Apakah memang anak dari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD