Drake menghampiri Jessica yang duduk dengan santainya di sofa yang ada di ruang kerjanya. Drake mengepalkan kedua tangannya, masih terbayang di benaknya saat putranya tadi hampir terlepas dari gendongannya. “Kau benar-benar tidak punya hati, hampir saja Kau membuat putra ku terjatuh. Aku tahu Kau membenci Tania, tetapi anak kami tidak bersalah. Kau harus introspeksi diri, betapa banyak kesalahan dan kejahatan yang sudah kau buat. Ingat Jess, Kau ini sedang mengandung dan sebentar lagi akan melahirkan. Apakah Kau mau anak mu juga mendapat perlakuan yang sama, seperti yang Kau lakukan kepada putra Ku dan Tania.” Berang Drake. “Kau pikir Aku dengan sengaja berusaha mencelakakan anak Tania, Aku hanya meminta mu untuk mengelus perut ku, karena anak kita juga kangen dengan daddynya,” jawab Jes

