“Huek..” Zahira kembali memuntahkan makanan yang baru saja ia telan. Perutnya menolak untuk menerima makanan. “Huek..” “Kita ke rumah sakit aja, ya!” ujar Zayn sembari memijat tengkuk istrinya Zahira menggeleng pelan. Setelah dirasa lebih mendingan ia membasuh mulutnya dengan air. Ia menyandarkan tubuhnya di punggung Zayn sembari berpegangan pada pinggiran wastafel agar tidak terjatuh. Zayn memeluk istrinya dari belakang untuk berjaga-jaga. “Kita ke rumah sakit aja, ya! Kamu mual-mual terus.” “Nggak papa, kak. Hal ini wajar bagi Ibu hamil.” “Tapi saya khawatir, Zahira.” Zahira tersenyum kecil mendengarnya. Ia tahu bagaimana perasaan suaminya. Tapi inilah resiko wanita hamil. Namun, Zahira sangat menikmati moment saat ini. Yang terpenting buah hatinya di dalam kandungan tetap

