Malam harinya Sejak kejadin di kampus tadi Zahira banyak diam. Ia bahkan menghindar dari suaminya. Hatinya terluka cukup dalam, karena itu membuat dirinya lebih sensitif dari biasanya. Ceklek Mendengar suara pintu terbuka buru-buru Zahira menaruh ponselnya lalu memejamkan mata dengan posisi miring. Ia membelakangi pintu karena enggan menatap wajah suaminya. “Assalamualaikum.” salam Zayn “Waalaikumsalam.” Zahira menjawabnya dari dalam hati Zayn menatap punggung Zahira. Ia tidak mendengar jawaban salam darinya. Perlahan kakinya mendekat ke arah sang istri. Zayn duduk di pinggir kasur dengan tatapan yang tidak teralihkan sama sekali. “Sayang, udah tidur?” “—“ Zahira terdiam. Ia masih dengan posisi yang sama, bahkan tidak bergerak sedikitpun. Hanya dengan mendengar suara Zayn l

