Minggu pagi ini Panthana sudah pamit pergi dari rumahnya, membuat sang mama dan adik perempuannya tercengang heran. Pasalnya, setiap hari minggu biasanya Panthana bermalas-malasan dengan tidur sampai siang di kamarnya. “Kamu mau kemana, Than?” Tanya sang mama seraya menghampiri Panthana yang tengah duduk di kursi teras sambil tangannya sibuk memasangkan sepatu pada kedua kakinya. “Ke rumah temen sebentar, Ma,” jawabnya, tanpa mengalihkan pandangannya dari sepatunya. “Jangan lama-lama ya, cepet pulang. Besok kan kamu ujian.” Sang mama mengingatkan bahwa besok ujian sekolah dimulai, yang mana artinya Panthana harus bergelut dengan buku-buku pelajaran untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian tersebut. “Iya, Ma. Thana gak bakalan lama kok. Thana pergi dulu ya,” pamitnya. Dia cium pung

