PART 32

2452 Words

Panthana dan Inggrid berjalan dengan tangan mereka yang saling berpegangan erat seolah takut jika terlepas sebentar saja mereka akan terpisah.  “Thana, lepasin tangan aku, kita udah nyampe. Jangan ampe Dian liat kita pegangan tangan kayak gini,” pinta Inggrid, di saat mereka sebentar lagi keluar dari hutan. Bahkan Villa pun sudah terlihat jelas.  Namun bukan mengabulkan permintaan Inggrid, Panthana justru semakin mempererat genggaman tangannya. Inggrid mengernyitkan dahi, heran bukan main dengan reaksi Panthana ini.  “Thana.” “Udah gak apa-apa. Toh, kita udah sepakat mau jujur sama Dian, kan?” “Tapi ...”  Thana tak menggubris penolakan Inggrid. Dia melanjutkan langkahnya yang terhenti, mau tak mau membuat Inggrid juga ikut melangkah. Diam-diam Inggrid tersenyum, dia tak menyangka kej

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD