Inggrid membuka matanya sedikit bermaksud mengintip karena kecupan dari Panthana tak kunjung dia rasakan. Terlebih tadi dia bisa merasakan napas hangat Panthana menerpa kulit wajahnya tapi sekarang tak terasa lagi. Dan benar saja, begitu dia membuka mata sosok pacarnya itu tak jadi menciumnya malah kini sedang menatap ke belakang dengan kedua mata terbelalak seolah baru saja melihat sesuatu. “Thana, kamu kenapa?” Tanya Inggrid sambil menyentuh lengan pemuda itu. Panthana terkesiap, baru ingat dia melupakan kejadian yang baru saja nyaris terjadi antara dirinya dan Inggrid tapi gagal karena kehadiran seseorang yang tak diharapkannya muncul kembali. Panthana menggeleng-gelengkan kepala, “Nggak kok, Grid. Gak kenapa-napa,” jawabnya sambil cengengesan. Dia juga menggaruk-garuk belakang k

