Aku Kuat Karena Kamu

1508 Words

Cindera keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih lembap, wajah bersih tanpa makeup, dan piyama satin lembut berwarna pastel. Ia mengeringkan rambutnya perlahan, lalu menatap ke arah Elvan yang duduk di sofa panjang di sudut kamar mereka, dikelilingi tumpukan berkas dan laptop yang masih menyala terang. Elvan tampak serius, kemeja tidurnya setengah terbuka, kacamata tipis bertengger di hidung. Jemarinya menari di atas keyboard, suara ketikan memenuhi kamar. Cindera tersenyum kecil. Suaminya ini… bahkan setelah hari panjang, masih saja bekerja. Dengan langkah pelan, ia mendekati Elvan. “Ayah Elvan kasih banyak pekerjaan, ya?” tanyanya lembut. Elvan mengangkat kepala, menatap istrinya. Tatapan itu langsung melunak. “Iya, sayang. Tapi cuma sebentar. Aku cuma cek laporan rumah sak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD