Jomlo 23

1061 Words

Jomlo 23 *Happy Reading* "Pergilah," titah Alan, saat kami sudah sampai di lobby Mall. Aku pun sontak melirik Alan dan mengernyit tak mengerti. Pergi? Pergi kemana? "Kenapa diam? Gak mau pergi, huh? Mau minta saya anterin, gitu?" tanya Alan lagi, seraya menaikan sebelah alisnya ke hadapanku. Aku yang masih setengah linglung pun, belum bisa berkomentar apapun. Karena belum sepenuhnya bisa mencerna yang terjadi barusan. Barusan aku lagi ngapain, sih? Lagi jalan sama Irfan, kan? Terus papasan sama Alan. Terus makan siang bertiga, dan … Ah, iya. Aku baru dapat kejutan hebat dari si b******k Irfan. "Saya harap kamu tidak baper karena kejadian tadi, Suster. Tolong, apapun yang saya katakan di dalam. Jangan masukan hati. Karena ... uhm ... sebenarnya saya hanya ingin membalas jasa saja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD