Jomlo 56

1214 Words

Jomlo 56 *Happy Reading* "Nanti saya delivery order buat situ," jawabku akhirnya dengan sinis. Tamu kok ya ngerepotin. "Emang di sini bisa delivery juga? Bukannya ini kampung terpencil?" Allahhu robbi, nih orang gak ngerti sindiran apa gimana, sih? "Tentu aja bisa. Tapi mungkin datangnya dua tahun kemudian," jawabku lagi, yang sukses membuat Gito meradang. "Kamu--" "Gito cukup!! Kita ini lagi ngelayat. Bukan lagi me time di cofee shop. Jadi berhenti merengek." Dimas memotong omongan Gito dengan pedas. Membuat Gito kembali mendengus kesal. Mamam tuh!! Lalu tak lama kemudian. Teh Laras pun datang, dengan salep luka bakar yang kumaksudkan tadi, dan sebelum Dimas meraih salep itu. Aku lebih dulu mengambilnya, kemudian langsung mengoleskannya pada Umi dengan perlahan. Agar tidak menya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD