Jomlo 18

1769 Words

jomlo 18 *Happy Reading* Akhirnya, setelah menelan saliva kelat dan mengerjap beberapa kali. Aku pun mulai meraih benda-benda yang aku butuhkan. Kemudian mengobati luka Alan. Ih ... minyak wanginya harum banget, sih! Jadi betah lama-lama nyiuminnya. Eh, maksudnya nduselnya. Aduh, ya ampun. Maksud aku nyium parfumnya. Bukan rahangnya apalagi bibirnya yang .... Ya, Allah. Kok, otak aku jadi eror gini ya, gegara parfum nih orang satu. Haduh ... gawat ini mah. Hati, yang adem apa lo di dalem. Jangan diskoan mulu. Ntar kalo si pengacara denger kan, berabe gue. Tengsin abis dong kalau ketahuan deg-degan sama nih jalan tol. Nanti dia besar kepala, gimana? “Ekhem … ekhem …” Saking groginya, aku sampai tak sadar sudah berdehem beberapa kali, hanya demi membuat hatiku yang terus diskoan jadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD