Jomlo 47 *Happy Reading* "Pulang!" ucapnya dengan suara dalam yang tegas sekali. Tanpa sadar aku menelan saliva kelat mendengarnya. Dia beneran marah, pemirsah! "Ta-tapi ... masih hujan, A'," cicitku sambil melirik keluar saung yang memang masih hujan lebat. Tanpa kata, Alan meraih belakang tubuhnya dan memperlihatkan sebuah payung padaku. Lah? Kalau dia bawa payung, kenapa dia ujan-ujanan, ya? Masih tanpa kata, Alan lalu membuka payung itu dan menyodorkannya padaku. Tak lama, dia memberikan kode untuk segera pergi dari sana. "Eh, Aa kok duluan. Sini barengan. Biar gak kehujanan." Aku mencoba meminta atensinya. "Sudah kehujanan." Benar juga. "Ya udah atuh. Jalannya jangan cepet-cepet. Licin loh ini. Nanti saya jatuh." Kukira karena marah dia tidak akan memperdulikan rengekan

