Jomlo 34 *Happy Reading* "P-pak?" panggilku lirih, di belakang tubuhnya yang berjarak beberapa langkah dariku. Merasa ada yang memanggil, pria itu pun menghentikan pekerjaannya sebelum menoleh, dan ... Glek! Seketika aku menelan saliva kelat, saat melihat tatapan tajamnya padaku. Membuat aku seperti seorang tersangka yang baru saja tercyduk maling ayam. Njir! Tatapannya tajem banget, sih? Bikin aku jadi deg-degan aja. "Kenapa?" tanyanya datar sekali. "Eh? Uhm … itu … anu … uhm …." Tiba-tiba aku malah gelagapan mendapatkan pertanyaan, yang sebenarnya jawabannya sangat mudah. "Anu ... apa?" tanya pria itu lagi. Masih dengan wajah datarnya. "Anu … uhm … itu … uhm … ma-makan dulu." Akhirnya, aku pun berhasil memberitahukan tujuanku, walaupun masih dengan grogi parah. Bagaimana tida

