Jomlo 72 *Happy Reading* Sejak melihat mata Hasmi terbuka. Alan sudah tidak fokus pada apa pun. Dia sibuk meredam degup jantung yang seakan ingin meloncat, juga sibuk mengingat apa saja yang barusan dia ucapkan saat Hasmi menutup mata. Sial, diingat bagaimana pun. Tetap saja Alan merasa malu. Rasanya, seperti baru saja membicarakan seseorang, eh orangnya tiba-tiba muncul. Malunya gak kaleng-kaleng. Apa ini juga yang dirasakan Hasmi, jika Alan tiba-tiba muncul dibelakangnya saat dibicarakan. Jadi, bolehkan Alan sebut ini Karma? Sialan. Rasanya Alan ingin menghilang sekarang juga dari ruangan itu. "Jadi bagaimana menurut kamu Alan?" Suara Dokter Karina berhasil menarik Alan ke alam nyata lagi. Tetapi, tadi Dokter Karina bilang apa, ya? Alan sama sekali tidak menyimak. "Uhm ... l

