Jomlo 51 *Happy Reading* Aku mematut diriku cukup lama di cermin kamar. Berlatih beberapa ekspresi berkali-kali. Juga memeriksa setiap detail wajahku dengan seksama. Akan tetapi, tetap saja pada akhirnya aku mendesah kecewa. Sial! Apa aku memang sudah setua itu? "Kamu ngapain?" "Astagfirullahaladzim ..." Aku langsung berjengit kaget. Saat sebuah suara berat tiba-tiba muncul tanpa peringatan. "Aa ih! Ngagetin aja tau, gak?" omelku akhirnya. Sambil mencebik kesal ke arah Alan, yang sore ini sangat tampan dengan peci dan koko putihnya. Ah, dia pasti baru pulang sholat dari masjid. "Saya udah ucap salam tadi. Tapi gak ada sahutan," jawab Alan enteng, sambil membuka peci dan koko yang langsung memperlihatkan kaos polos yang dia kenakan didalamnya. Setelah menggantung koko dan peci

