BAB 5

529 Words
setelah pernikahan tadi pagi, pak herman dan bu aminah pulang kerumah sementara indri tetap dirumah sakit bersama reza, pak bayu dan bu sofi. "indri, malam ini kamu pulang sama reza ya.. besok kalian urus surah nikah kalian di KUA, " ucap pak bayu "iya pakde" ucap indri sambil tersenyum "kok panggilnya pakde. ? sekarang kamu sudah menjadi menantunya pakde jadi panggilnya papa" jelas pak bayu sambil tersenyum "ia pa" jawab indri patuh sore hari indri ikut pulang kerumah reza, selama perjalanan tidak ada yang berbicara .indri lebih memandang keluar dari jendela kaca mobil. setelah memarkirkan mobil di garasi, reza turun dari mobil di ikuti dengan indri dan indri memandangi rumah reza. "kok sepi kak? " tanya indri pada reza "tentu saja karna ini rumahku bukan rumah papa" jawab reza datar setelah sampai di depan pintu sebuah kamar reza membuka nya. "ini kamarmu" ucap reza menunjukkan kamar untuk indri lalu ia naik ke atas ke lantai 2 di kamarnya sendiri. indri pun masuk ke kamar itu lalu menutup pintunya, ia melihat sekeliling terus merabahkan tubuhnya di tempat tidur. "hmm.. kasurnya nyaman banget , kamarnya juga besar, ada kamar mandi dalam juga". gumam indri senang . ia pun membuka tas yang ia bawa tadi yang berisi pakaian ganti, handuk dan perlengkapan yang akan ia butuhkan. ka mengambil handuk dan pakaian gantu terus masuk ke dalam kamar mandi. setalah mandi dan berganti pakaian, indri berbaring di atas tempat tidur hingga ia terlelap karna tubuhnya merasa sangat lelah. sementara itu,  reza di kamarnya di lantai atas duduk di sofa sambil membaca e-mail yang dikirim kan oleh lia sekertaris nya. ia membaca lalu membalas e-mail itu lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. "apa-apaan papa ini, masa menyuruhku menikahi ABG dan polos seprti itu? apa yang harus ku katakan pada rossa nanti? gumam reza sambil memejamkan matanya dan akhirnya tertidur pulas. malam hari, indri merasa haus dan lapar, ia pun keluar dari dalam kamarnya dan mencari letak dapur. ini pertama kalinya ia menginjakan kakinya di rumah ini dan ia belum berkeliling untuk mengetahui isi dari rumah ini. sesampainya di dapur , indri membuka tudung saji dan menemukan roti tawar beserta berbagai macam rasa selei, ia pun mengolesi selei nanas diatas selembar roti terus memakannya. setelah itu ia membuka kulkas dna menemukan berbagai macam buah. ia pun mengambil buah apel dan menuangkan s**u kedalam gelas laku duduk di meja makan sambil memakan apelnya. reza menuruni tangga lalu berjalan kedapur dna melihat indri sedang duduk di meja makan, ia pun menghampiri dan duduk di sampingnya "berapa umurmu.? " tanya reza pada indri "18 tahun kak" jawab indri singkat "kamu masih sekolah'? tanya reza lagi "iya,SMA kelas 3" jawab indri reza pun menghembuskan nafas dengan kasar dan memejamkan matanya sebentar. "ya ampun papa.. bahkan kamu menikahkan aku dengan anak yang masih sekolah ". ucap reza dalam hati dengan gemas "apa kamu senang dengan pernikahan ini.? " tanya reza lagi "tentu saja tidak, aku di paksa ayah, aku masih belum ingin menikah, aku masih ingin sekolah,kuliah, kerja dan menikah suatu saat nanti dengan orang yang aku cintai dan mencintai ku tentunya" jawab indri "oke, mari kita buat perjanjian" ucap reza bersemangat "perjanjian apa.? " tanya indri tidak mengerti
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD