BAB 14

583 Words
setelah membeli ayam, Indri pindah ke penjual ikan. disana ada gurami, mujair, lele, cumi, tuna dan lain-lain. "kak Reza mau ikan apa.?" tanya Indri pada Reza "mmm... terserah kamu. aku bisa makan apa saja. " jawab Reza bingung melihat banyak ikan. indri pun membeli gurami, cumi dan lele. setelah Indri menerimah ikannya, reza yang membayarnya. Indri juga membeli sayur, buah, telur dan daging. melihat bawaan di tangan Indri yang banyak, reza berinisiatif membantu membawa barang bawaan indri. "sini biar aku saja yang bawa. " pinta Reza lalu mengambil kresek dari tangan Indri. Indri pun memberikannya karena memang sangat berat. setelah sampai dirumah, Indri segera memasukkan belanjaannya ke dalam kulkas lalu membereskan barang-barangnya yang ia bawa dari rumah ke kamarnya. setelah semua beres,Indri membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan akhirnya tertidur. siang hari Reza merasa lapar. ia ke kamar Indri yang pintunya terbuka lebar, ia berharap Indri akan memasak untuk makan siang, saat sampai di kamar Indri, ia melihat Indri sedang tertidur. ia tahu Indri lelah karena itu ia tidak membangunkannya. ia pun keluar kamar Indri dan menutup pintu kamarnya. ia ke garasi lalu mengeluarkan motornya dan membeli makan di warung dekat rumahnya. "somaynya 2 porsi pak, " ucap Reza pada penjual somay. "pake Pare nggak mas. ?" tanya penjual somay. "enggak usah pak, sambelnya di pisah ya. " jawab Reza dirumah Indri terbangun dari tidurnya dan terkejut ternyata sudah jam 3 sore. ia pun keluar kamarnya dan melihat Reza masuk ke dalam rumah membawa kantong kresek di tangannya. "ayo makan. !" ajak Reza sambil berjalan ke dapur. Indri pun mengikutinya dan mengambil 2 piring lalu menuang somay diatas piring dan membawanya ke meja makan. "kak Reza umur berapa sih. ?" tanya Indri ingin tahu sambil memakan somaynya. "28.," jawab Reza jujur. "idih. ..tua amat kak. " ujar Indri nyinyir. "enggak lah, kamu aja yang terlalu muda. " balas Reza tidak terimah di katai tua. "umur segitu kok belum nikah. ? enggak punya pacar.?" tanya Indri penasaran. "punya, tapi belum di restui papa." jawab Reza apa adanya . "ooooh. terus kalau kita sudah bercerai, kakak mau nikah sama dia. ?" tanya Indri lagi. "enggak tahu, papa enggak suka sama pacarku. lagi pula sekarang aku juga sudah menikah sama kamu. kamu dengar sendiri kan, kemarin papa enggak bolehin kita cerai.?" jawab Reza mengingat kata-kata papanya kemarin. "ya. ..aku mendengarnya. jadi. ? tanya Indri sambil memandang Reza. "enggak tahu, enggak usah bahas itu. jalani saja semuanya. kamu tahu kan kesehatan papa memburuk akhir-akhir ini. aku enggak mau mengecewakannya." ucap Reza khawatir dengan papanya. "iya, aku tahu kak. ." balas Indri paham dengan perasaan Reza. Indri sudah menganggap pak Bayu seperrti bapaknya sendiri. pak Bayu orang yang baik dan sering membantu keluarganya. Indri tidak akan melupakan kebaikan pak Bayu. "oh iya,pembantuku tidak kembali lagi karena ibunya sakit. jadi dia ingin merawatnya di kampung. kamu enggak apa-apa kan tiap hari masak untuk kita. ? masalah bersih-bersih nanti aku panggil pembantunya mama saja biar kesini 2 hari sekali. " ujar Reza lalu memasukkan somay suapan terakhir ke dalam mulutnya. "oke, terserah kak Reza saja. oh iya kak. .mmm...Indri boleh pacaran enggak.? " tanya Indri dengan hati-hati. "enggak boleh. !" jawab Reza singkat. "kak Reza curang, kakak punya pacar. ? kenapa aku enggak boleh? " tanya Indri sedikit menaikkan nada suaranya. "aku suamimu sekarang.! pak Herman menitipkan kamu ke aku. jadi sekarang kamu tanggung jawabku. kalau ada apa-apa sama kamu, pak Herman akan menyalahkan aku Ndri.!" balas Reza tidak kalah tinggi. Indri merasa di bentak, hatinya sakit tiba-tiba matanya berkaca-kaca.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD