Hening, Laras tidak mengucapkan sepatah kata pun pada sang suami. Ia memilih diam meski sambungan telepon mereka masih aktif. Laras mengusap air mata yang mendadak jatuh tanpa permisi. Beruntung, Suratmi sedang pergi pengajian saat Laras datang. "Ras ... aku ingin minta maaf. Aku salah dan sadar jika telah menyakiti kamu. Aku yang salah. Tapi, izinkan aku memperbaiki semuanya." "Mau diperbaiki seperti apa pun, rumah tangga kita sudah tidak akan utuh lagi. Ada anak dalam kandungan Mbak Nadira yang harus kamu pertanggungjawabkan. Aku sudah siap dengan segala konsekuensinya. Aku akan mengajukan perceraian pada Pak Cokro. Mas Yudha tenang saja, aku tidak akan mengatakan jika Mbak Nadira hamil." "Ras! Pernikahan itu sakral. Tidak bisa seenaknya minta cerai pada atasanku. Apa kata letting da

