"A-apa?" Yudha tampak gugup saat ditanya oleh sang atasan. Yudha masih belum paham ke mana arah pembicaraan sang atasan. Cokro tersenyum lalu menggeleng pelan. Ia paham, Yudha tidak memahami arah pembicaraan mereka. Ya, otak Yudha hanya fokus pada masalah yang tidak ada penyelesaiannya itu. "Hmm ...saya paham, posisi kamu berat. Setelah sidang cerai di pengadilan agama selesai, fokuslah pada satgasmu," kata Cokro sambil menepuk bahu laki-laki muda. Wajah Yudha semakin pias, takut jika pusat tahu masalah yang dialaminya. Ia tidak mau kembali menikah dengan Nadira. Hati mantan suami Laras itu sudah mati, tidak ada lagi nama Nadira di dalam hati. Hanya ada Laras, yang entah sejak kapan bertengger di dalam hati, Yudha tidak menyadari hal itu. Sementara itu, Nadira kini bersungut-sungut sa

