Ian baru saja sampai di rumahnya. Wajahnya tampak begitu lelah. Apalagi hari ini polisi kembali datang ke kantornya untuk melakukan pemeriksaan. Beruntung sekretarisnya berhasil membuat polisi tersebut tutup ucapan dan pergi. Sebelum membuka pintu utama rumahnya, Ian menormalkan ekspresi wajahnya terlebih dahulu. Tak ingin istri tercintanya nanti akan cemas. "Assalamu'alaikum!" salam Ian yang langsung mendapat jawaban balik dari dalam. "Ayah pulang." seru Siska sambil menggendong Nayla ditangannya. Ian mengecup kening dan bibir Siska, lalu melakukan hal yang sama pada Nayla. "Mas nggak apa-apa?" tanya Siska khawatir. Ian tersentak saat Siska menanyakan itu padanya. "Mas nggak apa-apa sayang." "Mas nggak bisa bohong dari Siska. Mas ada apa? Walaupun udah mas sembunyiin, tapi Si

