4

1052 Words
Rosa berjalan dikoridor dengan santai karena dia berangkat lebih awal dibandingkan yang lain. Dia berjalan dengan menunduk tanpa melihat didepannya. Bruk "Maaf maaf gua gak sengaja" ujar rosa cepat saat dia menabrak orang. Sementara orang yang ditabrak rosa mengamati rosa dengan jelas dan seringai muncul di bibirnya. "Gpp kok" Deg. Rosa membeku saat mendengar dua suara yang sangat dikenalnya. Dengan cepat dia menatap orang itu dengan mata melotot. Rosa dengan cepat lari meninggalkan dua orang tersebut yang menatap rosa dengan senyum kemenangan. Setelah sampai dikelas, rio menatap rosa dengan satu alis terangkat. "Kenapa lo kaya abis dikejer setan aja" "Ini lebih gawat dari pada setan yo, beneran deh" ujar rosa dengan serius "Kenapa sih?" Tanya rio penasaran "A---" ucapan rosa terpotong saat melihat kedua orang tadi memasuki kelas dan duduk didepan rio dan rosa dengan santainya. "Emang bukan setan, tapi lebih buruk dari itu" bisik rio saat melihat kedua orang itu "Hai rio, hai rosa" ujar perempuan itu sambil tersenyum lebar "Atau harus gua panggil cello dan celia?" Tambah lelaki disampingnya dengan senyuman miringnya. Rio dan rosa sama sama menatap tajam orang itu. "Cukup rio dan rosa!" Tegas keduanya. Lelaki tadi hanya terkekeh "Lama gak ketemu ya, sekalinya balik dari luar negeri malah gak ngasih kabar. Dasar" cibir perempuan itu "Hehee.. sorry" "Gimana kabar kalian?" Tanya rosa santai "Baik, kalo kalian?" "As you see. Kita baik aja" ujar rio dan rosa "Nanti sore mau main basket?" Tanya perempuan itu "Enggak dulu deh, lagi males gua" "Ayolah kita main, udah lama gak main" bujuknya "Gua.Gak.Mau.Main.Bakset, cindy" ujar rosa menekankan kata katanya dan mengatakan nama perempuan itu. Cindy hanya mengerucutkan bibirnya kesal "Gak asik lo" ujarnya "Bodo" balas rosa ketus "Gimana kalo kita jalan aja? Udah lama gak kumpul kan. Ajak el aja sekalian" ujar lelaki itu "Kalian enak ngomongnya, sementara gua sama rosa gak bisa sering sering main. Soalnya gua tinggal ditempat sarah, jadi supir" "HAH?" Teriak mereka berdua kaget "Lo serius? Kalo lo ros?" "Gua tinggal bareng david, yahh bisa dibilang jadi kaya pembantu" ujar rosa malas "Kalian bener bener gila, jadi kita gak bisa dong kumpul lagi kaya dulu?" "Gak bisa, kak kevin" kata rio dan rosa bersamaan. "Yaudah deh" ujar kevin dan cindy lesu. Kevin adalah sepupu rio, rosa dan el, anak pertama dari zaky dan arleta. Kelas 12, sama seperti el. Dia mengikuti futsal, sama seperti el. Cuma kalo el menjadi kapten futsal di SMA Garuda High School. Tentunya jago berantem. Cindy, adik dari kevin. Kelas 11 seperti rosa dan rio. Masuk anggota inti basket, jago berantem sama seperti zaky. "Tunggu deh, perasaan gua ini udah jam 7 lewat 10, kok kelas masih sepi ya?" Tanya rosa tiba tiba sambil menatap seluruh penjuru kelas "Lo gak tau?" Tanya kevin dan cindy berbarengan "Tau apa?" Balas rio dan rosa bertanya balik "Kan anak basket pada main hari ini" ujar kevin santai "Lo basket kak?" "Enggak, gua futsal sama kaya el. Yag basket curut satu ini nih" tunjuk kevin ke cindy "Enak aja lo ngatain gua curut, dasar cicak" balas cindy tak mau kalah "Udah deh jangan mulai. Main sama siapa?" "Sama anak sekolahan aja. Jadi nanti anak basket ngelawan anak luar basket, siapa yang punya kemampuan lebih nantinya akan dimasukin ke tim basket" "Oh gitu. Kok lo gak ikut main cin?" "Kalo cewek mah nanti, ini laki dulu. Lo berdua ikut aja sana main lawan tim basket" "Ogah" jawab keduanya serempak "Emang lo gak siap siap?" Tanya rio menatap kearah cindy "Astaga gua lupa. Gua duluan ya" katanya lari terbirit b***t. "Mau nonton basket?" Tawar kevin "Boleh deh, yuk" tanpa sadar rosa menarik tangan kevin dan rio menuju lapangan. "Ehem. Tangan lo ros, bisa ketauan kalo kita ini sepupuan" ujar rio meningatkan. Rosa langsung melepas gandengan tangannya. "Lah, emang kenapa kalo anak anak tau kita sepupuan?" Tanya kevin bingung "Ya aneh aja kak, masa supir sama pembantu bisa sepupuan sama kalian" ujar rio sambil terkekeh "Oh iya juga ya. Jadi ceritanya gua harus pura pura kalo kita ini gak sepupuan? Dan gua tebak, dandanan kalian ini seperti seorang nerd" ujar kevin sambil mengamati dandanan rio dan rosa "Hmm.. bisa dibilang begitu" kata rosa malas. Saat sampai dilapangan, mereka melihat tim basket sudah melawan anak luar basket. "David basket?" Tanya rosa kaget "Dia kaptennya malah" ujar kevin santai Oh iya ya, kemaren kan dandi bilang kalo david kapten basket. Batin rosa Rio dan rosa menatap david dengan serius. Memperhatikan gerak gerik david untuk mengambil bola dan menjaga bola, david menghindari semua lawannya dan memasuki bola itu ke ring, dan masuk. Bisa dilihat kalo david emang lebih unggul dari yang lain "Keren" decak rosa kagum "Biasa aja kali, kita juga biasaya kaya gitu lagi. Apalagi kalo lo, rio sama el udah bergabung. Pasti susah dikalahin" cibir kevin "Yayaya terserah deh" ujar rio malas. Tapi rio juga mengakui kalo david emang bagus permainannya. Rio memperhatikan anak diluar basket, mereka agak sedikit kesusahan menandingi david dan yang lain. Tiba tiba tubuh rosa dan rio sedikit terdorong. "Heh minggir lo nerd, gua mau nonton pacar gua tanding" ujar seorang cewek dengan dandanan menor membentak rio dan rosa. "I-iya" ujar rosa sedikit ditakut takuti dan minggir menjauh dari segerombolan cewek itu diikuti kevin dan rio. "Siapa sih tuh cewek? Belaga bener" ujar rio sambil memandang cewek itu dengan kebencian. "Terus, siapa pacarnya cewek tadi?" Tanya rosa "Namanya anisa, dia pacarnya david" ujar kevin "Oh david" "...." "HAH? DAVID?!" Kata rio dan rosa bersamaan dengan kaget "Iya david, kenapa?" "Gua gak percaya. Beneran deh, david kan orangnya kalem kalem gitu. Masa iya cewek nya bringas gitu, kaya cabe" ujar rio pedas. Jika rio sudah seperti itu tandanya dia membenci orang itu. "Gua sebenernya gak tau mereka pacaran apa gak. Soalnya si nisa itu cuma ngaku ngaku aja jadi pacarnya david. Sementara david diem aja, nah kita semua memberi kesimpulan kalo david pacaran sama nisa. Tapi yang anehnya, david gak suka nisa deket deket sama dia. Malah diaorang jarang banget keliatan bareng" ujar kevin "Ohh" Rio dan kevin memperhatikan lapangan dengan sesekali mencari el. Sementara rosa masih memperhatikan david, entah kenapa dia terus memperhatikan david.Merasa diperhatikan, david membalikan badannya dan  matanya menelusuri lapangan. Entah gimana caranya, david menemukan rosa yang sedang terang terangan menatap david. Padahal tempat rosa lumayan jauh dan sulit untuk ditemukan. Beberapa detik, david dan rosa masih saling menatap. Keduanya tidak mengalihkan pandangan satu sama lain, seakan tatapan mereka berdua sudah dikunci. "David awas!!!" Bruk David menoleh kebelakang, tepat saat itu sebuah bola basket menghantam kepala david dengan keras sehingga david sampai jatuh dan mimisan. "David.. david lo gpp kan?" Teriak mereka panik. Mereka membawa david ke UKS "Itu serius david? Gak biasa banget dia gak konsen saat lagi main basket" komentar kevin "Gimana gak konsen, kalo dia ngeliatin seseorang" ujar rio sambil menatap rosa. Sementara rosa menatap rio datar "Gua pergi dulu" pamit rosa, sebelum mendengar jawaban dari keduanya, rosa sudah pergi dulu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD