Rio dan rosa berteriak secara bersamaan. Setelah itu mereka berdua saling berpandangan dengan muka pucat pasi.
"Mati gua" ringis keduanya bersamaan.
Mereka berdua saling menatap dan memberikan sebuah kode.
"Satu..."
"Dua..."
"Tiga..."
"LARI!!!" Tepat saat mengatakan hal itu, rio dan rosa ingin berlari tetapi kerah kemeja mereka sudah ditarik seseorang dari belakang. Sontak mereka berdua menghadap seseorang itu dengan cengiran andalan mereka.
"Eh? Kak el, hehee"
"Apa kabar kak?" Ujar rio dan rosa secara kompak. El menatap mereka dengan datar dan menarik mereka menuju mobil el.
Selama dimobil, suasana sangat mencekam. El memasang wajah datar dan dingin sementara sikembar saling menatap dan menunjukan wajah bodoh mereka.
Mobil el berhenti disebuah restoran mewah. Tanpa disuruh keluar oleh el, rio dan rosa sudah keluar dengan sendirinya dan masuk kedalam resotoran dengan santai dan meninggalkan el yang berjalan dibelakang mereka.
Mereka memilih duduk dipojok dan dekat jedela. Seorang waitress menghampiri mereka bertiga.
"Mau pesan apa?" Tanya nya sopan
"Nasi goreng 4 dan es jeruk 3 serta jus alpukat 1" pesan rio dan rosa bersamaan lagi. Waitress itu mengulang pesenannya kembali.
"Masih ada tambahan?" Tanya nya melirik kearah el yang hanya diam. El ingin membuka mulutnya tetapi dipotong oleh sikembar sialan ini
"Tidak. Terima kasih" ujar keduanya santai. Waitress itu pamit meninggalkan mereka semua yang masih dalam keadaan hening.
"Ka--"
"Kalo mau marah nanti aja" rio memotong ucapan el santai
"Gua laper, makan dulu. Oke" tambah rosa. El hanya diam, dia mencoba menahan emosi melihat kelakuan adik kembarnya yang kaya setan ini.
Waitress itu meletakan 4 piring nasi goreng kemeja mereka dan 3 es jerus serta 1 jus alpukat, setelah itu dia pergi. Rosa meletakkan sepiring nasi goreng dan 1 es jeruk kehadapan el yang menatap mereka datar.
"Makan" perintah rio tegas. Mau ga mau el memakan nasi goreng itu.
"Akhirnya gua bisa makan nasi goreng juga. Kangen banget gua sama makanan ini, di hongkong gak ada sih" ujar rio sambil melahap sepiring nasi goreng itu di ikuti dengan rosa
"Asli. Gua juga kangen banget nih sama nasi goreng" rosa berkata dengan semangat dan tanpa sadar sebulir nasi menempel di dekat mulutnya. El hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah ajaib sikembar itu.
"Kebiasaan" cibir el seraya mengambil nasi di pipi rosa.
"Makasih kak" seru rosa girang dan tersenyum lebar. El hanya mengangguk.
"Kan nasi gorengnya masih ada satu piring lagi nih. Kita bagi dua ya" ujar rio kepada rosa.
"Iya, bagi dua aja. Sekalia sama jus alpukatnya juga tuh" ujar rosa. Rio mulai membagi dua sepiring nasi goreng itu untuknya dan juga rosa. Sementara el benar benar menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya itu.
Setelah selesai makan, mereka bertiga hanya saling menatap dalam diam. Rosa menghembuskan nafas panjangnya.
"Hai kak el. I miss you" ujar rosa sambil tersenyum
"Me too" ujar el dan rio bersamaan.
"Jadi?" Desak el menatap mereka berdua dengan tajam
"Sorry" cicit mereka berdua
"Huft.. jelasin sama gua, sekarang!" Tegas el
"Gua baru balik dari amerika kemaren. Gua gak mau ngerepotin kalian, makanya gua mau hidup mandiri. Dan gua sekarang tinggal ditempat keluarga anderson, bisa dibilang jadi tamu, bisa dibilang juga jadi pembantu" jelas rosa, el sampai tersedak oleh minumannya.
"Kalo gua sama kaya rosa. Gua juga mau mandiri, makanya gua jadi supir" ujar rio santai.
Pletak
Dua jitakan mendarat dikening rio dan rosa.
"Anjir.. sakit b**o" umpat keduanya seraya menatap el tajam
"Kenapa gak bilang dulu sama orang rumah? Gua kan kaget saat ngeliat kalian yang tiba tiba udah di sekolah aja"
"Cih. Bunda sama ayah gak pernah ngelepasin kita dari pengawasan. Dan gua jamin mereka tau kalo kita lagi di indonesia" cibir rosa
"Huftt., tapi seenggaknya kalian ngasih tau gua lah. Jadi gua juga harus siap siap nanti"
"Siap siap buat apa kak?" Tanya rio polos
"Siap siap kalo kalian minta yang aneh aneh, pasti mintanya ke gua. Jadi harus siapin mental dulu gua nya" ujar el santai
"k*****t. Gua sangka apaan"
"Hahaha" sisanya mereka bertiga habiskan dengan bercanda dan mengenang masa masa kecil mereka.
"Kak udah sore nih. Gua balik dulu ya" pamit rosa
"Eh iya nih kak, udah sore. Nanti gua dicariin sama majikan gua lagi" tambah rio
"Yaudah. Besok gua kirimin kendaraan kerumah majikan kalian masing masing" ujar el
"Sip kak. Makasih ya"
"Sama sama"
"Bye kak" tanpa menunggu jawaban dari el, rio dan rosa pergi meninggalkan el.
"Untung mereka adek gua, kalo bukan pasti udah gua karungin terus gua jual deh" ujar el pada dirinya sendiri
***
Rosa sampai dirumah keluarga anderson pukul 4 sore.
"Ehem" suara deheman terdengar saat rosa baru menginjakan kaki dirumah itu.
Rosa menghampiri pemilik suara itu dengan santai.
"Kenapa vid?" Tanya rosa polos
"Ini jam berapa?" Tanya david tajam
"4 sore, kenapa sih?"
"Lo tanya kenapa? Ini udah jam 4 rosa, dan lo baru pulang? Lo ini numpang disini dan dihidup ini itu gak ada yang namanya GERATIS" teriak david
"Maaf. Terus gua harus ngapain?"
"Mending lo sekarang ganti baju lo dan lo buatin gua makanan" suruh david
"Bukannya ada bibi ya? Kenapa gak bibi aja yang masak?" Kesal rosa
"Terus gunanya apa ada lo disini? Lagian masa bibi terus sih, kasian kali dia udah tua. Udah sana cepet" usir david, rosa harus menahan semua emosi.
"Iya iya, dasar bawel" gerutu rosa pelan
"GUA DENGER ITU!!" Teriak david sangat keras. Rosa mengatupkan kedua bibirnya dengan pelan dan berkata 'ups'.
Rosa mengganti baju nya dengan baju rumahan. Setelah itu dia pergi kedapur dan membuat omelet. Setelah selesai dia memanggil david untuk memakan makanannya.
"Gimana?" Tanya rosa pelan
"Gimana apanya?"
"Masakannya, enak gak?"
"Biasa aja" david meninggalkan makanan yang abis, tanpa sisa.
"Cih, tapi abis juga" desis rosa
"Jangan lupa cuci piringnya!" Teriak david. Rosa menghela nafas panjang dan mencuci piring itu dengan sangat hati hati.
Bagaimana pun rosa gak pernah nyuci piring, tapi kalo masak.. rosa nomor 1.
"Astaga rosa, kamu ngapain?" Tiba tiba terdengar suara tante rima
"Eh? Nyuci tante" ujar rosa gugup
"Nyuci?" Tanya tante rima tak percaya. Rosa mengangguk mantap
"Nyuci apaan kamu? Masa nyuci piring cuman make jari telunjuk aja" kata tante rima. Rosa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Karena rosa gak tau caranya nyuci, jadinya rosa cuman gosok gosok doang piringnya pake jari telunjuk.
"Udah deh kamu duduk aja sana sama david nonton tv, ini biar tante aja yang nerusin"
"Beneran tante?"
"Iya gpp, udah sana"
"Makasih ya te" tante rima hanya mengangguk.
Rosa duduk disamping david yang sedang menatap tv dengan serius. Acara anak anak.
"Gimana? Udah nyuci nya?" Tanya david pelan
"Udah sih tapi baru dikit, terus kata tante rima biar dia aja yang nyuci"
"Apa? Lo biarin nyokap gua nyuci piring? Lo gimana sih jadi PEMBANTU, gak becus amat" ketus david
"David! Udah mama bilang kan kalo rosa itu bukan pem.ban.tu. Dia itu TAMU mama" tiba tiba tante rima dateng
"Iya iya ma. Terserah deh" kata david acuh dan meninggalkan ruang keluarga menuju kamarnya.
"Menarik" batin rosa