"Terima kasih banyak, Alya. Kamu sungguh wanita yang sangat pengertian dan berhati tulus." Sembari tersenyum Aryan tersenyum, menyanjung kebesaran hati Alya dalam merawat dirinya. “Aku hanya seorang pria lemah yang saat ini kehilangan jati diri dan berwajah buruk, tapi kamu selalu setia merawatku. Seandainya saja aku bisa ingat semuanya, pasti aku juga bisa merasakan bagaimana dulu aku sangat mencintai kamu.” Ucapan Aryan terdengar penuh penyesalan. Akibat hilang ingatan, dia merasa bersalah karena telah melupakan cintanya kepada Alya, istri yang di hadapannya selalu berpura-pura perhatian terhadapnya. "Tidak perlu berterima kasih, Aryan. Kamu sudah berulang kali mengatakan hal yang sama kepadaku. Aku ini adalah istri kamu dan sudah kewajiban bagi seorang istri untuk menjaga serta merawa

