Aku mendengus kesal ketika melihat Arsen yang sedang terpaku dengan pekerjaannya saat ini. Pandangannya tidak bisa dialihkan dari layar laptop. "Ar" panggilku sekali lagi, daritadi aku berusaha mengganggu konsentrasinya. Bukan karena apa-apa tapi karena sudah dua hari berada di rumah ini dan tidak melakukan apapun aku merasa sangat bosan. "Ar. Dijawab dulu panggilanku" Arsen menghela nafas dan menatapku yang berada di depannya. "Bentar sayang, ini aku lagi ngitung kekuatan jembatan. Salah dikit bisa hancur ini" jawabnya, aku tersenyum miring, mendapati Arsen yang dulu kembali lagi. Dulu aku sering mendengar ucapan itu, entah jalan entah bangunan atau jembatan atau hal-hal yang berhubungan dengan pembangunan infrastruktur saat aku berusaha mengalihkan perhatian Arsen untukku. Aku juga k

