(POV Bellvania) Tepat jam setengah 4 subuh aku bangun, membersihkan diri dan membaca al-qur'an sambari menunggu adzan subuh. Setelah shalat subuh, MUA datang dengan segala alat make-upnya. "Tolong jangan banyak bergerak dulu ya Mba," pintanya yang kubalas dengan anggukan. Ternyata begini rasanya, sejak bangun hingga sekarang jantungku berdetak cepat, tanganku terasa sangat dingin. Hari pernikahan terasa cepat sekali, padahal kemarin-kemarin prosesnya sangat panjang. Fitting baju yang begitu lama, dekorasi yang harus di urus sepenuhnya, desain undangan, dan sampai pada hari ini. Sejak tadi, aku tak henti-hentinya mengucap istighfar dalam hati, rasanya benar-benar luar biasa. "Coba mulutnya dibuka sedikit Mba, mau dipoleskan lipstik," pintanya lagi, aku sedikit melirik kearah warna

