29

1058 Words

DEVAN POV Aku menatap ngeri wanita yang berdiri di hadapanku. Matanya melotot tajam. Bibirnya merengut. Kedua tangannya berkacak pinggang. “Siapkan kopermu sekarang!!” titahnya tegas. “Mom,” bisikku ngeri. Aku jarang melihat Mom semurka ini. Biasanya beliau masih sabar menghadapiku walaupun tingkahku membuatnya kesal. “Kau sendirian?” “Siapkan kopermu sekarang! Tidak usah mengalihkan pembicaraan!” Mom mendorongku ke kamar. Entah punya tenaga dari mana Mommy-ku yang kecil itu bisa mendorongku. “Tetapi...” “Tidak ada tetapi. Bereskan sekarang!” Mom menunjuk koperku yang sudah ditariknya dari lemari. “Kita akan ke mana?” “Pulang!” jawabnya tegas. “Tidak! Aku masih banyak pekerjaan di sini.” “Joe bisa mengurus semuanya!!!” ucapnya galak. “Tidak!” “Alexander!! Mom tidak mau mendeng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD