24

1134 Words

DEVAN POV Melihatnya menangis serasa mengiris-iris jantungku. Kenapa dia sesedih itu? Apa dia ingat saat dia hidup sendirian dulu? Lalu kenapa dia ingin ke Seattle? Ada apa di Seattle? Rasanya aku ingin terus memeluknya sampai dia melupakan semua kesedihannya. Apa yang bisa aku lakukan untuk menghiburnya? “Nah, sekarang hapus air matamu. Kita akan bersenang-senang hari ini.” Kutarik tangannya kembali ke kerumunan orang-orang. Aku berlalu ke tengah panggung yang dibuat pengurus-pengurus panti, lalu menghampiri Rick, salah satu anak di sini yang sedang bermain musik dengan teman-temannya. Aku menggandeng Abby yang sedang menggendong Emily. Mengajaknya ke padang rumput di pinggir sungai. Kami duduk melingkar dengan anak-anak mengelilingi kami. Lalu aku mulai memetik gitar sambil menat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD