BAB 20

1767 Words

Dalam waktu lima hari kedepan aku akan menjadi istrinya Vano. Sejak hari itu, aku menepati janjiku pada Vano. Aku sama sekali tidak pernah berkomunikasi dengan Dave lagi, bahkan mendengar kabar tentangnya pun juga tidak. Aku ingin fokus pada pernikahanku dengan Vano, dan aku ingin melupakan semua rasa yang pernah ada untuk Dave. Dering ponselku kembali berdering. Aku lihat tertera nama Vano disana. Aku segera mengusap layar ponselku dan ku terima telepon darinya. “Assalammualaikum. Iya Van?” Ucapku. “Waalaikumsalam. Sedang apa bidadariku yang cantik?” Tanyanya membuatku tersenyum geli. “Sedang menceklist persiapan pernikahan kita Van.” Jawabku. “Sayang??” Panggilnya. “Hmmm..” Jawabku. “Aku begitu merindukanmu, aku tidak sabar menunggu hari pernikahan kita nanti.” Ungkapnya. “Benarka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD