"Felix kan? Benerkan?" gumam Jeno. Tangan Jino yang sedang memainkan rambut Jeno seketika terdiam. Jeno duduk di bawah sofa, lebih tepatnya di atas karpet. Lalu Jino duduk di atas sofa, tepat di belakang kepalanya. Mereka sedang nonton televisi sambil makan jajanan pasar yang mereka beli sepulang sekolah. "Lo denger obrolan gue sama Felix?" tanya Jino. "Lo sama dia gak bisik-bisik ngobrolnya," balas Jeno. "Gak taulah, gue gak pengen nuduh sembarangan, tapi jelas banget," ucap Jino. Brian tak lama kemudian datang dari dapur dengan membawa tiga gelas es teh. "Lima rebuan, pesen dua jadi sepuluh ribu, ditambah bunga, jadi total seratus ribu," kata Brian sembari meletakan es teh yang ia bawa di meja. "Anjir, berapa persen coba bunganya?" decak Jino. "Lagian sekali-kali berbakti sama te

