52

1594 Words

Jeno membaringkan Thalia yang sudah tidur di kasur dengan hati-hati, lalu menyelimutinya sampai sebatas d**a. Sebelum pergi dari kamar Thalia, bersimpuh sejenak di pinggir kasur gadis itu, sembari menggenggam salah satu tangannya, dan menatap wajahnya. Ia merasa senang bisa menjalin hubungan dengan Thalia, tapi di sisi lain ia juga merasa bersalah pada teman-temannya yang memiliki perasaan pada Thalia. Namun melihat bagaimana Thalia nyaman dan bahkan mau menunjukkan kelemahannya padanya, ia jadi berusaha menghilangkan perasaan bersalah itu. Toh, teman-temannya juga sudah bisa berpikir bijak, meskipun mereka saat ini memang belum tahu tentang hubungannya dengan Thalia. Kriett... Jeno tersentak mendengar pintu kamar Thalia yang memang tidak ditutup rapat, terdengar didorong pelan. Ia sont

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD