Manic yang terus mengeluarkan air mata dalam tidur itu secara perlahan terbuka , menatap kosong pada tubuh pria yang kini terlelap sembari mendekap tubuhnya erat seolah tidak mau melepaskan sang gadis barang sedetikpun. Jemari gadis itu terulur, menekan dahi sang tuan yang mengerut dalam tidurnya. Gadis itu melepaskan jarinya setelah sang tuan kembali tenang sebelum akhirnya gadis itu melepaskan diri dari dekapan sang tuan untuk melakukan pekerjaan rutinnya sebagai pelayan karena memang seperti itulah status Luna di rumah besar itu. Luna memakai kembali seragam pelayan miliknya meskipun beberapa hari terakhir Alex melarangnya memakai itu namun peristiwa yang terjadi semalam membuat Luna sadar siapa dirinya. Luna tahu pasti sang tuan tidak akan pernah mau menyentuhnya lagi saat tahu diri

