Plak! Tamparan yang dilakukan oleh pria paruh baya itu rupanya begitu keras hingga membuat wajah Alex terpental, pipinya terasa sangat nyeri dengan gendang telinganya yang berdengung. "Kau pikir apa yang telah kau katakan tadi, hah?!" suara Wijaya mengalun keras dengan wajah memerah serta rahangnya yang mengetat kaku, "Kau seharusnya bersyukur karena jajaran dewan direksi dan investor tidak melakukan penolakan keras terhadap pelantikanmu yang terkesan mendadak dan diputuskan sepihak olehku!" "Jangan berani macam-macam jika tidak ingin aku melakukan sesuatu pada lacurmu itu!" tangan Wijaya yang tak bertongkat menunjuk wajah Alex penuh peringatan. "Jika anda berani menyentuhnya barang seujung kuku sekalipun, saya pastikan Angkasa Jaya bangkrut detik itu juga." Alex tahu sosok Wijaya adal

