Bandara Soekarno hatta siang itu cukup sibuk dengan lalu Lalang pengunjung yang melakukan penerbangan domestic maupun internasional dan sosok itu berda diantara salah satu penumpag ppesawat kelas bisnis yang baru saja mendarat dari salah satu negara Asia timur. Langkah kakinya yang berbalut sepatu mahal berjalan dengan angkuhnya, mengabaikan sosokk dibelakangnya yang sibuk mendorong troly yang penuh dengan koper sang tuan. Koper yang terlalu banyak untuk ukuran seorang pria. Desah lega sang assisten terdengar saat seorang pria menyambut kedatangan sang tuan dan menggiring pria itu untuk mengikuti langkahnya menuju mobil yang telah menunggu kedatangan mereka. Tak ada kata yang terucap dari bibir pria tampan yang kini duduk dibangku bagian penumpang itu. Dia hanya menatap keluar, menatap p

