25.

1596 Words

"Luna!" Alex menyusul Luna ke kamar gadis itu, menggedor pintu kamar yang telah tertutup rapat dengan kepalan tangan besarnya tanpa peduli apa yang dia lakukan membuat malam yang sunyi menjadi sedikit mengerikan. "Maaf Tuan, apakah ada masalah hingga anda mengetuk pintu kamar Luna di jam yang sudah larut seperti sekarang ini?" Pak Karim datang, bertanya pada sang tuan dengan wajah takut. "Buka pintu kamar sialan ini!" Alex memerintah dengan nada suara kasar serta nafasnya yang memburu, "Saya akan memberikan dia hukuman karena dia telah membuat saya marah dan kesal." "Maaf Tuan, untuk kamar Luna. Kami tidak punya kunci cadangannya." "Apa kau bilang?!" Alex mengernyit, "Bagaimana mungkin bisa?!" "Maaf Tuan, sejak awal kamar ini memang tidak ada kunci cadangannya." "Sial!" keluh Alex se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD