"Ayo kita pulang sekarang, Luna!" Alex datang tiba-tiba di tengah-tengah mereka yang sedang duduk santai dengan gelas berisi cairan pekat di depan meja masing-masing. "Kukira kakak akan menginap disini." Dewangga menatap kakaknya dengan raut kecewa. "Untuk apa dia menginap di rumah ini jika dia sudah punya rumah sendiri." ucap sang ibu tiri Alex itu kasar sembari menyesap minumannya. "Anda pikir saya sudi berada disini bersama wanita ular yang menyebabkan ibu saya bunuh diri?" Alex tergelak, "Tidakkah kau ingat dirimu yang dulu Nyonya Wijaya yang terhormat? Kau dulu hanyalah seorang pegawai rendahan. Kau melakukan berbagai cara supaya kau sampai di titik ini. Kau tidak segan menjadi simpanan beberapa dewan direksi sebelum akhirnya kau bertemu dengan tua bangka t***l yang rela menghancur

