Collin bukannya kejam menukar cucunya dengan uang, seperti yang Hafriz lakukan. Justru Collin menjemput Ley untuk kehidupan serta kejiwaan cucunya itu. Ada rumah, keluarga, dan orang-orang yang jelas bisa mengurus Ley lebih baik dan dengan cara yang benar ketimbang Hafriz yang selalu membuat dunia Ley sempit sampai membuat pemikiran Ley layaknya anak kecil. Membuka pintu kayu dihadapannya, Collin mendapati Ley duduk menekuk kedua kaki dan menenggelamkan wajah diantara lututnya. Melihat Ley yang rapuh sekali, Collin sempat tak tega jika harus menarik cucunya itu dalam masalah yang diciptakan Hafriz. "Alaia." Collin menyebut nama Ley. Mengangkat wajah, Ley kebingungan sendiri dengan keberadaan pria tua asing tersebut. "Kamu mau keluar dari sini?" tanya Collin. Meski agak ragu, Ley

