28 - Being Bossy

944 Words

Seharian Tif dibuat pontang-panting oleh pria berengsek itu. Regan meminta dirinya untuk memesankan sarapan yang di jual di kafe seberang hotel tempat mereka menginap sebelum meeting namun pada saat Tif kembali ke hotel ternyata Regan tidak ingin memakan sarapannya karena ia sudah kenyang. “Kamu lama, aku sudah makan sarapan yang disediakan hotel.” Tangan Tif mengepal karena kesal, rasanya ia ingin melemparkan sarapan itu pada wajah Regan biar ia tahu rasa. “Oke.” Ujarnya ketus lalu kembali ke kamarnya untuk siap-siap pergi menghadiri rapat dengan pihak cabang Singapore. Setelah rapi, Tif mengetuk pintu kamar hotel Regan tetapi tidak ada tanggapan dari penghuni kamar itu. Ia mengecek jam pada ponselnya dan ini masih satu jam sebelum acara rapat di mulai, ia tidak telat. Apakah pria itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD