(Sus aku udah yakin dengan keputusan ku, aku siap kerja ikut sama kamu susan,) Jani mengirim pesan pada Susana melalui aplikas Hijau di gawai nya.
(Beneran Jan? aku kenalin sama temen nya Om Rian ya? ")susan mbalas pesan dari Jani.
Jani harus siap dengan segala resiko atas keputusan yang diambil nya. Ia hanya ingin memberikan yang terbaik untuk mama dan kedua adiknya.
"Aku harus yakinkan mama kalo keputusan ku buat kerja bareng susan itu gak salah. "Gumam Jani. dia pun melirik kembali pada gawai miliknya, dan dia melihat balasan atas pesan nya pada Susan. Dia harus bersiap-siap karena susan akan menjemput nya 1 jam memdatang. Ia bergegas menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap.
setelah ia bersiap-siap Jani pun keluar dari kamar menuju teras dimana mama dan adik bungsu nya sedang duduk sembari mengerjakan tugas sekolah.
"maa, aku mau keluar sama Susan, kalo aku pulangnya kemalaman jangan nungguin aku ya maa, karena rencana nya hari ini aku mau ngambil surat perjanjian kontrak kerja yang di luar kota itu lho maa. "
"jadi keputusan kamu udah pasti nih ya, mau kerja di luar kota, mau ninggalin mama sama adik mu.? tanya Mama sembari menatap wajah putri sulungnya penuh selidik.
"mama, Jani gak bisa gini terus, kalo cuma mengharapkan penghasilan mama jualan lauk nih, kebutuhan kita gak mungkin bisa terpenuhi, mama juga harus inget tahun depan indra harus kuliah, terus adira masuk Smp ma,, Jani janji maa, setiap 2 minggu pasti Jani pulang maa. "ucap Jani memohon pada mamanya agar diizinkan untuk bekerja di luar kota.
"yang penting kamu bisa jaga diri,kalo kamu jauh dari mama gak ada yang ngawasin kamu. mama selalu percaya sama kamu, mama akan selalu doakan kamu ya nak! ""mama yang sudah menyetujui Jani akan bekerja di luar kota. "makasih maa, "Jani terharu dan seraya memeluk mamanya.
"Jani pergi dulu ya maa, Susan udah nunggu tuh di depan. "tambah Jani lagi sambil mencium tangan mama nya dan berpamitan.
***
"mas aku lagi on the way ke apartemen ya, tunggu aku ya, jangan lupa kabarin temen kamu itu, aku udah sama Jani niih. "susan berkata pada pria di seberang telepon nya.
"oke sayang, temen aku udah stand bye juga nih sama- sama mas di apartemen. "jawab pria itu pada susan
"ia sayang, I love you, "susan berkata dan segera mengakhiri panggilan telepon nya pada pria itu.
Jani dan susan berada didalam mobil dalam diam, mereka berdua tidak mengucapkan sepatah katapun,hening
"sus"
"jan"
mereka berdua saling memanggil secara bersamaan dan tak dapat dipungkiri lagi mereka merasa lucu dan tertawa lepas bersama-sama
"kamu duluan deh yang ngomong jan, aku dengerin"
"aku gugup banget Sus, ada rasa gimana gitu, hari ini aku akan ngelepasin sesuatu yang berharga dalam hidupku,sesuatu yang selalu aku jaga. "ucap jani pada Susana.
"kan gak harus sekarang Jan, kalo kamu belum siap bisa besok ato terserah kamu, yang penting hari ini aku kenalin kamu sama temennya mas Rian ya, pasti kamu suka, orangnya asyik koq. "Susan berusaha menenangkan ketegangan yang dirasakan Jani.
mereka pun terdiam dalam fikiran masing-masing.
tak lama kemudian mereka sudah sampai di parkiran apartemen yang bisa terbilanng mewah ya.
"yuk turun udah nyampe Jan. "ajak susana pada Jani.
Jani pun tidak menjawab, tapi ia langsung keluar dari mobil dan mengekori Susan menuju lift apartemen.
***
"maa,aku naik kelas dengan peringkat terbaik maaa, "Indra berkata pada mamanya begitu ia sampai di depan pintu dan mamanya menyambut dengan senyuman hangat untuk putra nys itu.
"selamat sayang. udah naik kelas, tidak terasa ya sudah kelss XII aja, tahun depan kamu udah kuliah,papamu pasti bangga dengan prestasi mu. "ujar mama Lastri.
"tapi maa, aku gak usah kuliah ya, aku nyari kerja aja biar bisa bantuin mama dan kak Jani., biaya kuliah itu kan mahala maa, " tegas indra yang tidak mau kuliah karena takut menjadi bebam buat mama dan kakak perempuannya.
"gak bo-leh..."mama berkata menegaskan larangan pada Indra.
"Kamu harus kuliah jadi Sarjana biar bisa mengangkat derajat orang tua dan saudara-saudara mu, urusan biaya serahkan aja sama mama, kak Jani juga sudah mulai bekerja di luar kota, mamaa gak akan biarin kamu sampe gak kuliah. "mama Lastri menjelaskan pada Indra, bahwa laki-laki itu seorang pemimpin jadi dengan pendidikan tinggi pasti akan bisa menjadi panutan dan teladan yang baik. dan pastinya kalo pendidikan tinggi pasti bisa dapat pekerjaan dengan gaji yang lumayan juga kan.
"ya udah maa, aku ikut saran mamaa dan kak jani aja, mama pasti mau aku dapat yang terbaik kan maa? ujar Indra sembari memeluk mamanya.
"mama aki juga mau dong di peluk kayak kak Indra, "ucap Adira mengagetkan mama dan Indra yang masih berpelukan.
"ia dong kesayangan mama, sini mama peluk adira sama kak Indra, "mama lalu memeluk keduanya dan mencium ujung kepala mereka berdua.
"yuk masuk...ganti baju kalian terus makan ya, mamaa tunggu di meja makan, "mamaa menyuruh indra dan Adira berganti pakaian dan sege ra makan siang.
mereka berdua berjalan ke kamar masing-masing masing dan kembali ke ruang makan setelah berganti pakaian.
"maa emangnya kak Jani mau kerja di luar kota ya? tanya Indra
"ia nak, kakakmu iyu wataknya keras, kalo sudah buat keputusan gak mudah buat merubahnya,jadi kita doain aja biar kak Jani cepat sukses ya, ayo kalian makan terus adira tidur siang ya. "mama Lastri berkata kepada kedua anaknya.
"ia maa. "ujar mereka berdua secara bersama-sama.
***
"yuk masuk Jan, gak usah sungkan, anggap aja rumah sendiri, oh ya mas Rian kenalin nih Anjani sahabat aku yang sering aku ceritain sama kamu mas, "Susan memperkenalkan sahabatnya pada kekasihnya yang ia panggil mas Rian itu.
"hai Jani,senang bertemu denganmu. "
"Hai mas Rian. "
mereka berdua berkenalan dan saling berjabat tangan. lalu ketiga nya dikagetkan oleh seseorang yang sedari tadi masuk di toilet.
"Hai Susan,lama gak ketemu ya, apa kabar nih"lelaki itu menyapa
"susan baik bang Fandi. abang gimana kabarnya? "
"abang Juga baik-baik aja sus. "jawab Fandi sembari melirik pada Jani. Jani yang merasa ada yang memperhatikan dia pun menundukkan wajahnya yang sudah merona karena malu.
"ya udah yuk duduk dulu biar enak kan ngobrol nya. "ajak Rian pada semua orang.
mereka pun mengambil posisi duduk masing-masing.
"oh ya bang Fandi ini kenalin sahabat susan, namanya Anjani. "
Fandi pun mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Jani.
"Hai Anjani... Aku Fandi. "
"Hai juga bang,.. Aku Dewi Anjani.. psnggil aja aku Jani ya" Jani pun berjabat tangan tanda perkenalan nya .