Bonus

681 Words

Key berlari menuju wastafel, di sana ia menadahkan wajahnya di depan tempat itu. Perutnya sangat mual dan kepalanya pusing. Huek Huek Nai yang mendengar mamahnya langsug berdiri dan melihat mamahnya. ‘’Mamah sakit?’’ tanya Nai sambil memegang remot tv. Key mengangkat wajahnya sedikit dan mengangguk. ‘’Panggil papah ya mah?’’ ujar Nai sambil melangkahkan kakinya di sebuah ruang tengah. Rey sedang kedatangan tamu, yaitu Agra Dewantara dan Juga keluarga kecilnya. “papah, mamah sakit... mamah muntah- muntah.’’ Kata Nai. Rey yang asyik ngobrol langsung berdiri dan berlari. “Sayang.’’ Kata Rey. Rey langsung melihat istrinya sudah terduduk. Rey segera mengangkat istrinya dan membaringkannya di sofa ruang tengah. ‘’Aku telp dokter dulu.’’ Rey meraih hpnya dan menelfon dokter, setelah seles

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD