Empat Puluh Tiga

1202 Words

Novan menghembuskan nafas kasar, dia tak begitu suka dengan sifat Sri yang selalu mengungkit-ungkit masa lalu. "Waktu itu aku tak sengaja mendorongmu, karena kau memukulku dengan brutal. Kalau dikaji lagi, kita sama-sama bersalah di masa lalu, aku mengakui bahwa aku sempat menyukaimu, tapi setelah tau kau tidak seperti yang aku kira, aku sangat kecewa padamu." "Seperti Mas kira? Mas masih ingat, siapa yang memaksa saya? Memperkosa saya?" Sri meradang. "Tak sepenuhnya itu disebut sebagai pemerkosaan, aku tak memaksamu untuk ikut pada acara hotel itu, kalau aku tau kau istri orang, aku takkan mendekatimu, Sri." Novan tak mau kalah. Menurutnya, Sri terlalu berlebihan jika menganggap dirinya adalah korban. "Saya bisa apa? Sebagai karyawan rendahan, saya tak bisa menolak banyak saat bos s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD